Sejarah Pelembagaan Gereja GPIB Petrus

Sejarah Pelembagaan Gereja GPIB Petrus

Pada awalnya orang Kristen yang beribadah di Ranting Cideng masih sedikit dan umumnya adalah

penduduk yang sudah berusia lanjut dan pensiunan tentara dimana pada masa itu berdiri 2 (dua)

kompleks militer di dekat lokasi Ranting Cideng. Salah satu kompleks militer pada masa itu berada

di kawasan kompleks pertokoan ITC Roxy Mas saat ini.

Tahun demi tahun berlalu persekutuan jemaat mulai bertumbuh diikuti kerinduan untuk

melembagakan persekutuan menjadi jemaat mandiri lepas dari naungan GPIB Betlehem. Tuhan

mendengar kerinduan tokoh-tokoh jemaat pada masa itu begitu gigih mengurus proses

pelembagaan kepada Majelis Sinode GPIB yang berkantor pusat di GPIB Immanuel di kawasan

Gambir, Jakarta Pusat.

Pada tahun 1969 tepatnya terhitung sejak tanggal 2 November 1969 berdasarkan petikan Surat

Keputusan Majelis Sinode GPIB tertanggal 31 Oktober 1969 nomor 250/69/MS IX, bagian jemaat

BETLEHEM menjadi 5 (lima) Jemaat dan salah satunya adalah GPIB Jemaat PETRUS di DKI Jakarta.

Sukacita sebagai jemaat baru yang mandiri dan dewasa terwujud nyata melalui pertumbuhan

jemaat yang semakin terlihat. Kegiatan-kegiatan peribadahan mulai dikembangkan tidak hanya

untuk jemaat umum dewasa pada hari minggu namun juga ibadah-ibadah kategorial anak-anak,

remaja atau teruna, pemuda, kaum perempuan dan kaum bapak termasuk organisasi pengurus di

masing-masing unit kategorial seiring keputusan-keputusan yang dibuat secara sinodal oleh

GPIB. Persekutuan Kaum Lanjut Usia menjadi unit misioner kategorial yang paling akhir berdiri di

GPIB.